2. Menghilangkan kebencian
3. Menumbuhkan ketenangan hati
4. Merupakan ciri dari orang yang memiliki kelembutan hati
Survey dilakukan terhadap responden dari seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 73 anak, dengan memberikan pertanyaan terkait dengan pelaksanaan UASBN. Kepada responden ditekankan untuk bersikap jujur dalam menjawab pertanyaan, karena ini sebagai implementasi nyata karakter jujur yang baru saja disampaikan dalam materi informasi. Pertanyaan dimaksud meliputi :

Setelah bertugas selama 2 tahun kurang beberapa hari di SMP Negeri 3 Bagor, mulai 18 April 2012, Pak Djoko Kuwoto berpindah tugas ke SMP Negeri Sukomoro. Kabar yang mendadak ini tidak hanya mengejutkan bapak Ibu Guru dan juga siswa SMPN 3 Bagor, tetapi juga mengejutkan Pak Djoko sendiri. Seperti tahun lalu, pergantian Kepala Sekolah adalah menjelang saat-saat Ujian Nasional akan dilangsungkan. Tentu saja ini sedikit banyak mempengaruhi kesiapan sekolah. Beberapa administrasi terkait Ujian Nasional yang sudah terlanjur jadi harus diganti, karena yang bertanda tangan sudah harus Kepala Sekolah baru.
Begitu memasuki ruang ketrampilan dengan gaya melambaikan tangan, para siswa yang telah menunggu menyambut dengan tepuk tangan meriah bergemuruh. Dalam sambutan perpisahannya dengan siswa-siswi hari Kamis 19 April 2012 Pak Djoko memberi semangat dan motivasi pada siswa agar senantiasa semangat sekolah dan giat belajar. Untuk berdisiplin dan mentaati tata tertib yang berlaku. Beliau dengan merendah menyadari tak banyak bahkan tak ada kontribusi yang telah diberikan kepada sekolah selama beliau menjabat. Tak sedikit siswi yang tak mampu menahan tangis haru saat kemudian acara diakhiri dengan jabat tangan seluruh siswa dengan Pak Djoko. Beberapa siswa pun lalu memohon ijin untuk berpose dengan beliau. Kita ucapkan selamat jalan pada Djoko. Selamat menempati tempat tugas yang baru, yang Insya Allah lebih besar dan berat tantangannya. Semoga Allah memberikan kemampuan pada beliau untuk lebih amanat. Menjalankan amanat yang sejatinya dari Allah ini dengan sebaik-baiknya. Menyadari sepenuhnya bahwa jabatan yang diemban ini adalah berat dan harus dipertanggung jawabkan. Tak hanya dipertanggung jawabkan pada pejabat yang menerbitkan SK Jabatan Kepala Sekolah saja, tetapi juga yang pasti kepada Allah SWT. Allah akan meminta pertanggungjawaban di akherat kelak. Karena setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai per tanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Begitu berat sebenarnya pertanggung jawaban seorang pejabat/pemimpin kelak di akherat, tetapi sungguh sangat mengherankan, begitu banyaknya orang-orang jaman sekarang begitu ingin dan sangat mendambakan bisa menjadi pejabat, gila jabatan, bahkan tak segan-segan, tak tanggung-tanggung, untuk menda patkan posisi "pejabat" itu mereka bersedia melakukan sssseeegalaaaaaa cccaaaaarrrrraaaa ! Suap ! Kolusi ! Fitnah ! Sikut sana ! Sikut sini ! itu semua akan dilakukan demi mendapat predikat "pejabat".
Dan terakhir, kita sangat menaruh harapan dan senantiasa berdoa, semoga pengganti beliau nantinya juga memiliki sifat amanah ini, sehingga lebih mampu membawa kemaslahatan kepada semua komponen yang ada di SMPN 3 Bagor. Memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap kelancaran proses belajar belajar. Pada meningkatnya mutu layanan sekolah pada siswa, dan juga kesejahteraan para warganya. Amin.
Waktu kian mendekat ke saat pelaksanaan Ujian Nasional. Seperti tamu agung, tamu penting, yang harus dijamu dan dihadapi dengan segala pelayanan terbaik untuk menghormatinya. Demikian juga dengan Ujian Nasional. Gawe besar yang sangat menentukan berhasil tidaknya kelas IX SMPN 3 Bagor dalam menempuh studi selama 3 tahun ini, juga disambut dengan segala hingar bingar penuh semangat dan motivasi.
Berbagai upaya dilaksanakan dalam rangka membekali siswa untuk lebih siap dan fight dalam menghadapi Ujian Nasional. Tambahan pelajaran ( LES ) yang telah dimulai tiga empat bulan sebelumnya, Try Out yang dilaksanakan hingga 3 kali. Pemantapan materi Mapel Emas Unas, dua minggu menjelang Ujian Nasional, yang terpaksa harus mengorbankan adik-adik kelas VII dan VIII. Akibat keterbatasan Guru, sehingga pada saat yang sama Guru Mapel Nas mengajar di kelas VII atau VIII, sekaligus mengajar kelas IX. Dan tentu saja adik-adik kelas harus mengalah pada kakaknya. Upaya spiritual sholat dhuha rutin terjadwal per kelas yang dilaksanakan setelah jam pelajaran pemantapan, sampai dengan Istighosah, dilakukan untuk lebih memberikan persiapan yang matang pada siswa menghadapi Ujian. Beberapa siswa berkunjung ke SD nya dulu, untuk mohon restu pada Bapak Ibu Guru SD.
Nah, .. setelah Persiapan kalian lakukan, Ujian Nasional telah kalian hadapi dan laksanakan, maka langkah terakhir kalian adalah TAWAKKAL kepada Allah, apapun hasilnya. Jika sesuai harapan kalian BERSYUKURLAH. Bila kalian gagal, BERSABARLAH. Ingat, .. kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Susun kembali rencana dan langkah ke depan. Jangan berlarut dalam kesedian dan putus asa, karena sangat dilarang oleh Allah. Tahukah kalian, Thomas Alfa Edison berhasil menciptakan lampu listrik yang sangat spektakuler dan bermanfaat ini setelah gagal ribuan kali dalam percobaan.
Dalam pengarahannya, pejabat dari Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa ikrar atau janji untuk jujur ini tidak hanya dilakukan oleh Bapak Ibu Guru yang menjadi Panitia atau Penga-was Ujian Nasional saja. Tetapi juga akan dilakukan kepada siswa-siswi kelas IX, yang teknis dan pelaksanaannya menyusul kemudian. Karena itu bagi kelas IX yang akan melaksanakan UN, dimohon dalam pelaksanaan Ujian nanti betul-betul jujur dan bersih. Hal-hal yang di larang dibawa selama UN seperti HP, alat elektronik, kalkulator dan sebagainya, mohon betul-betul tidak dibawa ke ruang ujian. Karena bila hal ini sampai terjadi dan bila kemudian tertangkap tangan oleh Pengawas, siswa yang bersangkutan akan mendapat sanksi dan tentu akan sangat mengganggu konsentrasi dalam mengerjakan ujian.
Tahun ini sekolah kita tercinta, SMP Negeri 3 Bagor mendapatkan bantuan perbaikan Gedung Sekolah. Kondisi gedung yang cukup memprihatinkan dan membahayakan bagi keselamatan siswa untuk tempat kegiatan belajar di sekolah memang sudah selayaknya untuk segera diperbaiki. Karena itu kita sangat bersyukur mendapatkan bantuan ini.
Adapun gedung yang mendapatkan alokasi untuk perbaikan adalah ruang kelas VII A, B, dan C. Karena ada perbaikan inilah maka ruang belajar bagi ketiga kelas tersebut dipindah ke Ruang Laboratorium IPA, Ruang Ketrampilan dan Ruang Komputer. Mengingat ruang darurat yang digunakan kelas sementara ini, di dalamnya terdapat peralatan-peralatan seperti peralatan Lab. IPA dan juga beberapa mesin jahit, maka diharapkan para siswa kelas VII yang menempati ruang tersebut turut menjaga dan merawat peralatan-peralatan tersebut. Dan mohon tidak menggunakannya untuk sarana bermain-main.
Sebagai seorang siswa yang sangat memerlukan Gurunya, yang merupakan orang tua kedua setelah Bapak Ibunya di rumah, Guru adalah sosok yang selayaknya harus dihormati dan dihargai. Sungguh sikap dan perlakuan siswa ini sangatlah jauh dari pantas, karena itu mohon kepada siswa-siswa yang lain, agar tidak bersikap seperti siswa ini.
Menimbulkan simpati yang sangat mendalam dalam diri ini, manakala terlihat anak yang seperti mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal, dan ketika ditanya menjawab dengan polos & jujur bahwa semalam tidak belajar akibat ketiduran karena terlalu lelah. Lelah karena siang hari usai mengikuti Ujian Sekolah langsung bekerja. "Kerja apa Nak ?". "nDaut Pak, ..", Jawabnya mantap dan penuh percaya diri. (ndaut=mengambil benih padi untuk dipack/ditali lalu dipindahkan ke sawah yang siap ditanami)
Subhanallah, .. patut diacungi jempol, semangat anak ini dalam membantu meringankan beban orang tuanya, meski sebenarnya usia mereka belum memasuki usia kerja. Dan saat keesokan harinya saya tanyakan, apakah dia bekerja di sawah milik orang tuanya, dijawab bahwa dia bekerja untuk sawah orang lain, dan upah yang diterima sebagian diberikan kepada Ibunya. Begitu pengakuannya.
Lain lagi dengan teman lainnya yang masih dalam ruangan ujian yang sama. Ketika ditanya mengapa tidak belajar, jawabnya juga lelah karena sepulang ujian hingga senja hari berjualan sebagai pedagang asongan.
Kepada anak-anak seperti ini, doa senantiasa terpanjat semoga mereka bekerja mendapatkan uang dan memanfaatkan uang hasil jerih payahnya untuk hal-hal positif dan membantu meringankan beban orang tua, bukan untuk hura-hura atau foya-foya. Namun mungkin perlu pengertian dan kesadaran dari orang tua untuk memberi kelonggaran pada anaknya selama ujian ini, mengurangi porsi pekerjaan anaknya. Terakhir, semoga jiwa dan semangat usaha & wirausaha yang dimiliki anak-anak seperti ini, akan mengantarkan mereka menjadi pengusaha/bisnisman yang sukses. Tetap semangat, dan sukses selalu untuk kalian Nak ...
Saat menjadi Penguji dalam Ujian Sekolah Praktik, untuk Mata Pelajaran Agama Islam, Praktik Sholat Wajib Lima Waktu,.. saat wawancara jelang ujian dan saat ujian, dari seluruh siswa yang menjadi responden di hari pertama, yang telah melaksanakan sholat lima waktu secara tertib hanya 10,5%. Atau hanya 2 anak dari 19 anak.
